Hari-hari begitu cepat berlalu, menjadi minggu, menjadi bulan, hingga menjadi tahun. Tiada
terasa 56 tahun sudah usia BKC di Kabupaten Garut. Dimulai dari Garut sebagai Kota Jeruk,
Kota Dodol, juga dikenal dengan Domba Garutnya—bahkan sekarang dodol pun sudah dimodifikasi
dengan berbagai ragam corak dan rasa. Jeruk Garut sepertinya mulai berkurang entah kemana,
begitu juga Kota Intan. Tetapi BKC dengan segala keberadaannya tetap kokoh sejak berdirinya
di awal tahun 1969 hingga sekarang. Semoga hingga tak terukur nanti tidak pernah kehilangan
anggota, terlebih kehilangan citra.
Dimulai dari Alm. Kang AA Sumiarsa, silih berganti para ketua BKC memimpin hingga sekarang
di bawah kepemimpinan Kang Ridzky Ridznurdhin (dengan panggilan akrabnya Kang Ridzky).
Begitu juga dengan kepala staf pelatihnya silih berganti dari mulai Ytk. Kang Hano, hingga
sekarang Ydb. Kang Agus Miqdar.
Pada sekitar tahun 1980, ketika Ytk. Kang Anwarudin (Kapten Polisi Kasat Lantas POLRES
Garut) berkenan menjadi Ketua Umum BKC Kabupaten Garut, Alm. Kang Tjeppy Koestawa memiliki
keinginan besar untuk mengadakan Kejuaraan Nasional BKC. Pada saat itu, jumlah anggota belum
mencapai ratusan, bahkan anggota putri pun belum mencapai 5 orang. Namun, keinginan begitu
besar untuk menjadi tuan rumah Kejurnas BKC membuat Kang Anwarudin sangat aktif, hampir
setiap Minggu beliau datang ke Pondok BKC.
Hingga pada suatu malam datanglah petunjuk lewat mimpi: "maneh kudu daek mondok moek di
imah si Jumena". Petunjuk sederhana itu kemudian disampaikan oleh Kang Iwa kepada
Alm. Kang Jumena, Alm. Kang Cepi, dan juga Kang Anwarudin. Sejak perintah itu datang, sejak
itulah Kang Iwa tinggal di rumah Kang Jumena di Jalan Pasar Baru. Apapun kehendak-Nya selalu
menjadi kenyataan, diawali dari Kang Iwa memimpin latihan di SMAN Haur Panggung yang saat
itu pesertanya tidak lebih dari 20 orang. Ketertarikan para peserta latihan kian meluas,
khususnya para dara cantik kota Intan, dimulai dari Ytk. Teh Lilis (Lilis Bata) yang kini
menjadi istri dari Kang Ato (Dodol Piknik).
Akhirnya, tak terhitung anggota baru mendaftarkan diri. Atas jasa Teh Lilis yang mendapat
izin dari orang tuanya (pengusaha terkenal di Kota Garut), kami diizinkan menggunakan
ruangan di Jalan Veteran dekat Denpom dan Kodim. Setiap sore kami berlatih, mayoritas adalah
dara-dara cantik kota Intan yang juga menarik minat jaka-jaka Garut. Hampir setiap hari
silih berganti yang memberikan oleh-oleh ke rumahnya Alm. Kang Jumena kebingungan.
Alhamdulillah, di tahun 1981 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun BKC, Kejuaraan Nasional BKC
dapat terlaksana dengan sangat baik. Pondokan atlet ditempatkan di ruang kelas SPGN
(sekarang SMAN 11 Garut) di Jalan Kian Santang, sedangkan Kejurnasnya sendiri diadakan di
gedung bioskop Garut Theater.
Sejak berdirinya tahun 1969, untuk menghilangkan istilah budaya asing, BKC sempat dilebur
menjadi FORKAGA. Di awal masa tersebut, rumah yang ditempati Kang Iwa berpindah-pindah,
dimulai dari ruko Alm. Kang Aa Sumiarsa (yang saat itu membuka toko perhiasan emas),
kemudian ke rumah saudaranya Kang Mimid di Leuwidaun, pindah lagi ke rumah Kang Nono, bahkan
pernah di rumah Kang Amir di Jalan Papandayan. Begitu pula dengan tempat latihan yang selalu
berpindah dari kelas SPGN, SMPN 1 Garut, ruko dekat bioskop Sumber Sari, SMAN Haur Panggung,
SMEA Haur Panggung, STM 1 Haur Panggung, dan Aula PTG (kini menjadi IBC). Sejak pelaksanaan
Kejurnas 1981 di Kota Garut hingga saat ini, Gedung KNPI telah menjadi pusat latihan BKC
Garut dan jumlah anggota pun semakin bertambah pesat.